Rabu, 30 Maret 2011

Bahasa Semarangan

Sekedarnja sadja...

oleh Welcome To Semarang, Indonesia pada 07 Mei 2010 jam 21:01


Asem ki, Asem ik umpatan tentang sesuatu yang tidak diharapkan
Atis berarti dingin untuk minuman atau sejuk untuk hawa
Bak-buk artinya Impas, Aku ngilangke motormu, saiki kowe ngrusakake laptopku… wis to … bak-buk to. Artinya Aku ngilangin motormu, kamu ngrusak laptop ku ya udah, impas.
Banger Bau tidak sedap seperti bau amis/ sampah
Blaik suatu ungkapan tentang kekagetan
Blanggem Pohung goreng
Bentengan sejenis permainan kejar-kejaran anak, di daerah lain ada yang bernama jek-jekan
Benthik sejenis permainan anak, di daerah lain ada yang menamakannya Pathil Lele
Brom pit artinya sepeda motor
Congyang sejenis minuman keras khas Semarang
Ceng ceng po sahabat kental
Ciamik sesuatu yang artinya mirip dengan Lheb…
Ciak artinya makan
Ciblek Cilik-cilik betah Melek, istilah untuk kupu-kupu malam ABG
Coa artinya ngomong besar, rasah coa kowe
Coa-Coa menggosip, ngomong membesarkan/ menyebarkan isu atau fitnah.
Datsu sejenis angkutan kota, aslinya merupakan kependekn dari merk kendaraan Daihatsu
nDelalah artinya kebetulan dengan serta merta
Dhenok mbak, gadis dewasa
Denyom berarti perempuan, atau gadis
Gacuk andalan
Gali artinya preman pasar
Galap artinya balap, pit galap artinya sepeda balap…
Gamdho (banyak uang)
Gamjet bokek
Gentho Orang yang ‘memegang suatu kawasan.
Genjot mengayuh, tapi perhatikan konotasi lainnya : digenjot = dipukuli tanpa ampun
Gilo-Gilo penjual aneka jajanan pasar yang didorong dengan gerobak dorong.
Gondhes berarti Geblek (lebih halus dari goblog), namun konotasinya lebih berarti kepala batu, atau keras kepala, atau ‘tidak bisa dibilangi atau dinasihati’ Secara nasional, akhirnya menjadi akronim dari Gondrong Ndeso.
Gombal Mukiyo artinya ngomong gombal alias bohong
Gundul pecengis sejenis hantu yang menyerupai potongan kepala manusia yang sedang meringis…. (didaerah lain disebut gundul pringis)
He eh Iya atau mengiyakan
…. ik akhiran yang menegaskan tentang sesuatu, misal: asem, malah lungo ‘ik
Ita-itu berbuat macam macam… ra mang ita itu kowe= jangan macam-macam
Jes semacam Toss, khas semarang
Jeng-jeng artinya jalan-jalan, contoh,wah nek ngono kudu “jeng-jeng” (jalan-jalan) neng nJohar
Jogjig kendaraan untuk menghaluskan jalan yang sedang diaspal. Bisanya disebut Selender.
Kakekane artinya semacam makian yang artinya **an
Kas panggilan atau sapaan akrab
Kecelik tertipu
Kemaki artinya sombong, besar kepala
Kemlinthi artinya tengil, nakal dan nyebelin. Gayane kemlinthi, gayanya tengil
Kempling mengkilap, seperti baru
Kenang Mas, Perjaka Dewasa
Kenthip berarti jauh banget
Klowor artinya nggak rapih. Biasanya digunakan untuk cara berpakaian.
Komble pelacur
Kongkow berarti nongkrong. Bahasa Indonesia juga tapi sangat familiar digunakan orang Semarang
Koplak berarti goblog atau bodoh, den koplak berarti raden goblog Koya berarti banyak omong tapi gak berani berbuat seperti yang diomongkan (yah semacam Jarkoni, wani ujar ra wani nglakoni)
Kota-kota berarti jalan-jalan ke kota.
Klintong-klintong, jalan-jalan santai di sore/malam hari.
Krenyeh artinya kualitas rendah untuk suatu barang, bisa disamakan dengan ecek-ecek.
Lautan istirahat jam 12 siang buat pekerja
Lheb berarti hebat dan ok, kadang ditekankan jadi Lheb ghodek
Lib/cup artinya mengincar (ngecing) seperti kalau ada sesuatu yang diincar “dolanan kuwi wis tak lib/cup lho”
Luweh artinya lebih
Mak plencing, berarti tiba-tiba menghilang pergi.
Mbeling, berarti nakal atau bandel.
Mbois bergaya sok, gemagus
Mecuthat berarti keluar atau minggat.
Mentu maksudnya metu (keluar)
Mlencing berarti mengambil barang orang tanpa bayar
Moci Minum wedang poci, tapi kalo moci di Simpang 5 bisa punya konotasi negatif
Munggah suatu sebutan untuk menyatakan tujuan ke kota atas, seperti srondol, ngesrep dan Banyumanik.
Mudhun sebutan orang yang tinggal di Candi, Banyumanik, maupun Srondol yang mau ke kota.
Nas semacam pause atau time out untuk permainan anak-anak
Nda sapaan khas semarang, penghalusan dari Ndes
Ndaho artinya sohor/ termasyur
Nhdak Iya menanyakan ‘Apa iya?’
Ndhes sapaan khas semarang, singkatan dari Gondes
Ndesit kata halus dari kata umpatan ndeso. Sebetulnya artinya kampungan atau nggak punya sopan-santun.
NDobol kurang lebih sama seperti Gombal Mukiyo, tapi lebih kasar
NDoyong A Jong Sikap ndoyong yang diperagakan ala Suhu A Jong, jago kungfu jaman dulu dari Semarang.
Ndoyong sesuatu yang miring atau tidak stabil. Rawan jatuh. Bisa untuk orang (karena mabuk), atau benda.
Ngeleh sartinya luwe atau lapar
Ngengkrengan cara orang Semarang untuk menyebut perkiraan biaya. Contoh: Kanggo ngedegake omah aku wis duwe ngengkrengane (Untuk membangun rumah saya sudah punya perkiraan biayanya)
Ngerek, artinya main sinetron silat, Asti Ananta kuwi mulai ngerek jenenge.
Ngenthos artinya menunggu lama sekali. Buah kelapa itu jika sudah tua di dalamnya akan tumbuh biji yang disebut kentos. Ngentos, dari asal kata Kentos. Mbok nganti Ngentos, bis’e ra bakal lewat kene, Wong dalane ditutup. Biar ditunggu sampai lama, bisnya nggak bakal lewat, karena jalannya di tutup.
Nggambus artinya omong kosong, nggedabrus atau bohong
Nggambleh artinya ngomong tong kosong tapi sampai berbusa-busa. Lha Mbok nggambleh sak modare ra bakal dirungokne, biar omong sampai berbusa, sampai mati nggak bakal didengerin.
Nggapleki dari kata dasar gaplek, makanan dari ketela. Intinya tentang makian tentang sesuatu yang berarti telo, atau makanan orang desa, bisa juga artinya kampungan.
Nggedebus artinya omong kosong atau jagoan omong kosong
Nggonduk artinya sama dengan gondok
Ngobrok buang air besar (maaf) di celana
Ngoce minum, tapi lebih dikonotasikan untuk minuman keras
Ngepek artinya mencontek
Nggateli dari kata Gatel, artinya menyebalkan
Nggendera artinya ngetop dan kondang abizz
Ngreyen mencoba/menjajal sesuatu yang baru. Semacam Test Drive lah buat motor.
Njembling artinya buncit. Wetenge njembling= perutnya buncit
Nyebahi dari kata sebah, artinya menjengkelkan
Mbatik artinya menyalin dalam hal ini pekerjaan rumah (PR) sebelum jam pelajaran mulai
Mbojo artinya pacaran
NJeplak artinya asal ngomong
Nyamari keadaan smar. antara kelihatan dan tidak kelihatan namun membahayakan. konteks membahayakan sangat lekat pada arti kata ini. “Ati-ati nda, lewat dalan kono, tikungan ro tanjakane nyamari…”
Nyetut berarti mengambil barang orang tanpa ijin
…ok akhiran untuk menegaskan tentang sesuatu yang telah dilakukan. Misalnya, Aku wis bali ‘ok.
Pak sapaan khas semarang. singkatan dari Bapak (untuk menghormati teman akrab dan menganggap diri sama-sama dewasa).
Pathang berarti laki-laki atau cowok
Pekok bodoh
Pemes artinya pisau silet
Pit kebo sepeda onthel yang udah tua
Piye jal bagaimana coba. Bahasa Jawa biasa yang seringkali digunakan orang semarang.
Piye to kik artinya bagaimanakah ini?
Plinteng berarti ketapel
Plunglap, artinya tiba-tiba menghilang pergi
Ra mang bararti Tidak usah –> ramang wedi = taidak usah takut
Rak Wis menyimpulkan suatu cara yang sebetulnya mudah (mempermudah masalah). Mulih Rak Wis (Pulang aja deh), Diculke rak wis (dilepaskan aja kan beres)
Reka rekae pura-puranya.
Reti reti (singkatan dari ngerti), ora reti aku.
Rewo-Rewo Rame-rame… nggruduk… (biasanya untuk konteks seneng-senang, misalnya makan-makan)
RW Rica Waung, Rica Anjing (wah ini haram banget loh)
Sali berarti juga kaya
Sangar berarti menakutkan. Dalam bahasa Indonesia kata ini juga dikenal, tapi disemarang digunakan lebih familiar.
Sanggong menunggu… — sumbangan pak Wardiman
Sebeh semeh berarti bapak dan ibu
Sebehan suatu ilmu hitam, lebih berarti jimat…
Semawis sebutan halus untuk kota Semarang. Istilahnya bahasa krama nya… Semarang dari kata Aseme Arang, Semawis dari Aseme Awis (Awis berarti mahal/larang atau juga jarang)
Semok berarti seksi dan montok
Sengak bisa berarti berbau apek, bisa juga berarti “ketus” , contoh: “Cah kuwi omongane sengak!”
Shonji, Mantra, dishonji dimantrai
Singsot artinya bersiul
Stin berarti kelereng, Stinan berartio bermainkelereng
Stut artinya sabuk
Surungan minuman penghantar makanan (dalam hal ini digunakan para pemabuk untuk minum-minuman keras sebagai surungan/ mendorong makanan mereka yaitu Rica Waung)
Suk Suk Peng sejenis permainan anak. 2 kelompok anak duduk berjejeran dalam sebuah bangku panjang. Kedua kelompok duduk dalam posisi saling membelakangi. Lalu pada saat yang ditentukan, keduanya mendorong ke arah lawan/ ke belakang. Kelompok yang paling banyak jatuh dari bangku adalah kelompok yang kalah. Suk Suk Peng dari kata di suk (ditekan/berdesakan) gepeng (penyet), karena kedua kelompok saling berdesakan dan yang duduk di tengah/ diantara dua kelompok jadi gepeng.
Tek ke” artinya utekke (Utek ke)…, otaknya. Ungkapan terhadap sesuatu yang tidak masuk akal untuk dilakukan.
Tepu dari kata tipu, artinya omong bohong
Tho Ya artinya sama dengan “dong” dalam dialek Betawi. Contoh: Sandhale dicopot ta ya… (Sandalnya dilepas dong…)
Tikel artinya kelipatan. Wis tak bayar tikel telu… ya kudune bakbuk to ya… kok nagih terus… (sudah saya bayar tiga kali lipat, seharusnya impas, kok malah kamu tagih terus)
Trek-trekan kebut kebutan
Ujug-ujug, artinya tiba-tiba
Umbul mainan gambar dari semacam kertas karton yang cara mainnya dilempar ke atas (diumbulke)
Undha-undhi artinya hampir sama. Contoh: Aku karo Cah Katro kae umure undha-undhi (Aku dengan anak Katro itu umurnya hampir sama), bisa juga dipakai dalam hal ‘kemungkinan’, MU karo Arsenal yo undha-undhi ndes…
Waung artinya adalah anjing
Wagu, sesuatu yang dianggap nggak oke, dan cenderung katrok. Nah Wagu ini adalah kosa asli dari kata Katrok di Semarang.
Wedhus Balap, sama seperti waung.
Yisto Singkatan dari Yo wis to

Source : Grunge's Corner

Alamat Kuliner Semarang sekedarnya

oleh Welcome To Semarang, Indonesia pada 09 Mei 2010 jam 17:53




RASANE Spesial Penyet & ayam goreng mentega di Jl. Menoreh Raya 54 Sampangan Semarang (Sebelum terowongan jalan tol, arah dari pasar Sampangan) murah dan halal

===============================

Ayam goreng Bu Kliwon Kokrosono,buka mulai jam 17:00 pagi sampai dengan jam 22:00

===============================

Ayam goreng lombok ijo, tempatnya di Resto Lombok ijo Jl. Gajah mada, murah untuk ukuran pekerja dan pas jua untuk kantong mahasiswa

===============================

Ayam Goreng Kremezz,Daerah Banyumanik arah ke supermarket Sarinah deket Mamamia Banyumanik

===============================

Ayam Goreng Pak Supar, Jl. Moch Suyudi Semarang

===============================

ayam bakar ARTO MORO,di jl. ngesrep timur V semarang

===============================

Ayam Goreng Kalasan, di jl dr cipto samping agen bus ramayana.

===============================

RM. BAGINDA, spesial ayam bakar dan goreng di jl.seroja selatan no 20 (belakang RRI) Semarang

===============================

Kedai SGR (Segala Rasa),di Jl.Brumbungan No.7 Semarang. 100 % Halal

===============================

Ayam Goreng Kremes indraprasta, di Jalan indraprasta semarang

===============================

PRIANGAN di Jl. Sisingamangaraja depan Depag, spesial ayam dan bebek goreng

===============================

Ayam Bakar Kendil, di Jl.Kusumawardani No.8 (Andalan pas masih jadi mahasiswa) sedikit agak dalam merogoh kantongku hehe tp enak

===============================

Ayam Bakar Bu Slamet, di Jl. Seroja,Horison Hotel belok kanan, perempatan pertama,sebelah kanan jalan

===============================

Ayam Goreng Kampung Kali di Jl. Mayjen. Sutoyo Semarang (kampung kali),

===============================

ayam goreng bale bale, di jl sukun raya 41 semarang

===============================

AYAM GORENG KALASAN, di Kawasan simpang lima semarang deket SMk Pembangunan

===============================

JoGya Chicken, Di daerah Kampus Unika semarang

===============================

Ayam Goreng Bang Mus, Tempatya di jl. hasanuddin, daerah satria semarang ( Maknyuss )

===============================

ayam bakar bu tatik, di Jl. kelud raya arah mau ke sampangan

===============================

Chick Kings Fried Chicken, di Plaza SImpang 5 Lantai 2 semarang

===============================

ayam goreng Bunderan, di jalan arteri sukarno hatta setelah tlogosari

===============================

cafe onyx,di depan Fakultas ekonomi undip, hampir tiap hari dulu makan disini harga anak kos maknyuss

===============================

Ayam Bakar Wong Solo, di Mrican bener bener maknyuss tapi minder klo pas kesini naik motor haha yg lain pada bawa setir bunder

===============================

Bebek Goreng ANIK, JI. Brigjend. Sudiarto – Majapahit (Jam buka 15.00-23.00)

===============================

Bakmi Jowo BANG JHON, JI. Karang Wulan (Jam buka 17.00-23.00)

===============================

Bakmi Jowo PAK HAR, JI. Pringgading (Jam buka 17.00-23.00)

===============================

Bakmi Jowo PAK GARENG, Jl. Wot Gandul (Jam buka 09.00-23.00)

===============================

Bakmi Jogja PAK KARSO, JI. Imam Bonjol No. 177 (Jam buka 07.30-21.00)

===============================

Bakso GEGER, JI. Pamularsih (Jam buka 10.00-21.00)

===============================

Bakso PAK KUMIS, Plaza Matahari Lt. 3 & Jl. Sultan Agung – Kagok

===============================

Bakso DOA IBU, JI. Sompok – perempatan Sompok (Jam buka 10.00-21.00)

===============================

Mie KopyoK PAK DHUWUR, JI. Tanjung – seberang kantor PLN (Jam buka 08.00-15.00)

===============================

Bakso Babat SALATIGA, Jl. MH. Thamrin (Jam buka 10.00-21.00)

===============================

Bakso GANG LOMBOK, JI. MH. Thamrin (Jam buka 10.00-21.00)

===============================

Bakso MAWARDI, JI. Citarum (Jam buka 10.00-21.00)

===============================

Gado-gado PAK YONO, JI. Tanjong – samping PLN Pemuda (Jam buka 08.00-14.00)

===============================

Gado-gado GADJAH MADA, JI. Gajah Mada (Jam buka 09.00-21.00)

===============================

MUTIARA Chinese Restaurant, Jl. Setiabudi – Gombel

===============================

Nasi Ayam SIMPANG LIMA, Simpang Lima (depan Plaza Matahari) (Jam buka 21.00-02.00)

===============================

Nasi Ayam BU MUJI, JI. MT. Haryono – Dekat SMU Mataram (Jam buka 17.30-21.00)

===============================

Nasi Ayam BU WIDO, Jl. Kemuning

===============================

Nasi MANGUT WELUT, JI. Menoreh Raya (Jam buka 07.00-16.00)

===============================

Nasi Pecel YU SRI, Simpang Lima – depan toko roti Briliant (Jam buka 18.00-02.00)

===============================

Nasi Pecel MBOK SADOR, Simpang Lima – depan kantor TELKOM (Jam buka 18.00-24.00)

===============================

Nasi Pecel GANDEKAN, Kampung Gandekan (Jam buka 07.00-15.00)

===============================

Nasi Pecel BU SUMO, Jl. Kyai Saleh & Jl. Setiabudi

===============================

Rujak Marem PAK MAN, JI. Karang Anyar – depan SMU Loyola (Jam buka 10.00-17.00)

===============================

Rujak es krim ELISABETH, Jl. Kawi – depan RS. Elisabeth (Jam buka 10.00-15.00)

===============================

Soto Kudus MBAK LIEN, JI. KH. Ahmad Dahlan – samping RS. Telogorejo (Jam buka 09.00-21.00)

===============================

Sate Kambing 29, JI. Letjend. Suprapto 29 (Jam buka 10.00-21.00)

===============================

Sate HOUSE, Jl. Imam Bonjol

===============================

SANTAI RIA Restaurant, JI. Gajah Mada (Jam buka 11.00-24.00)

===============================

Sate Kambing PAK MIN, JI. MH. Thamrin – dekat Thamrin Square (Jam buka 10.00-21.00)

===============================

Sate Kuda PAK DIN, Jl. Veteran dekat pertigaan Jl. Gr, Kariyadi Semarang.


===============================


Sate Ayam GADJAH MADA, JI. Gadjah Mada – Depan Hotel Quirin (Jam buka 18.00-23.00)

===============================

Sate Ayam PONOROGO, Jl. Mh. Thamrin 33 (Jam buka 10.00-21.00)

===============================

Swieke & Pinbak PURWOSARI, JI. Purwosari Raya No. 71 (Jam buka 09.00-21.00)

===============================

Swieke GRACIA, JI. Moch. Suyudi (Jam buka 09.00-21.00)

===============================

Swieke ARTERI, JI. Tambak Dalam (Arteri Soekarno-Hatta) (Jam buka 09.00-21.00)

===============================

Swieke MARIN, Perum Puri Anjasmoro (Jam buka 09.00-21.00)

===============================

Somay & Batagor VETERAN, JI. Veteran (samping LIA Veteran) (Jam buka 09.00-16.00)

===============================

Soto NEON, JI. Karang Wulan (Jam buka 10.00-22.00)

===============================

Soto BOKORAN, JI. Plampitan (Jam buka 10.00-17.00)

===============================

Soto BU MUL, Jl. MH. Thamrin

===============================

Soto BANGKONG, Jl. MT. Haryono – perempatan Bangkong

===============================

Soto Kudus MBAK LIEN, Jl. KH. Ahmad Dahlan – dekat RS. Telogorejo

===============================

Sop Ayam PECOK, Jl. Brigjen Sudiarto – Majapahit

===============================

Tahu Pong GADJAH MADA, JI. Gajah Mada 63B (samping Hotel Gumaya) (Jam buka 09.30-20.30)

===============================

Tahu Pong KARANG SARU, JI. Karang Saru (Jam buka 15.00-21.30)

===============================

Tahu Gimbal PAK ARIS, JI. Citarum (Jam buka 10.00-20.00)

===============================

Tahu Gimbal PAK POLO, Jl. Brigjend. Sudiarto / Majapahit (Jam buka 17.00-22.00)

===============================

Tahu Gimbal PAK EDI, Jl. Pahlawan (Simpang Lima) (Jam buka 17.00-23.00)

===============================

Pesta Keboen, di Jl. Veteran (Jl. Gergaji) tapi agak sedikit mahal hehe..

===============================

Tengkleng NYAMLENG, JI. Brigjend Sudiarto (Jam buka 09.00-22.00)

===============================

TUNG DE BLANG Cafe & Lounge, Jl. Sultan Agung 107 (Jam buka 10.00-22.00)

===============================

Toko Roti SELINA, JI. Kranggan (Jam buka 09.00-20.30)

===============================

VINNA HOUSE Steak Resto, JI. Diponegoro 29 (Jam buka 10.00-22.00)

===============================

Waroeng SEMAWIS, JI. Gg. Warung (Jam buka 09.00-21.00)

===============================

WARUNG IJO, Banjir Kanal Barat (Jam buka 07.00-16.00)

===============================

BANDENG JUWANA, Pusat Oleh-Oleh, Jl. Pandanaran 57, Semarang

===============================

SUPER PENYET, Jl. Gajah Mada, Jl. Letjend. S. Parman Semarang

===============================

Cafe di Semarang | wisata kuliner di semarang | makanan khas semarang

===============================

Astro Cafe, di Di Java Supermall, Daerah peterongan, ada tempat bowlingnya, biliard,live music, dan karaoke kalau jumat malam ada sexy dance na lho

===============================

t’buko, di daerah sampangan , tempatnya entu sebelahnya warnet, jdi abis lampu merah terus aj ke arah stikubank , beberap[a meter setelah lampu merah liat dengan seksama (ciee) di kiri jalan, nah entu tempatnya..,

===============================

Cafe Tanjakan, di Jl. Rinjani, yang jualan macem-macem, roti, steak, dll.
makanannya Halal, sama ini juga tempat nongkrong gw n temen2 waktu masih kuliah, n tempatnya gila asyik nda,, bisa liat semarang bawah.

===============================

cafe pelangi, di Jl.singosari dpn burjo wonodri sendang IV, makananya enak lengkap, murah dan halal, tempatnya udah cukup lumayan berkelas tapi tetep anak kos bisa masuk.

===============================

mvp sports cafe, di knights stadium jl. arteri utara yos sudarso semarang, makanan khas semarang ada owq hehe

===============================

TIARA CAFE, di PETEK NO 29, makanannya Halal. katanya asyik buat nongkrong buka malam sampai pagi daerah kampus UKSW tempatnya lesehan.

===============================

Cafe Loewes Corner, di Simpang Lima Plaza2 lt 2, yang jualan donat bakar, donat burger, nasi goreng, dll makan nongkrong plus shoping hehe tentunya sambil bisa Tepe tepe jua haha

===============================

BRUX the Bistro, di jalan rinjani no. 11, yang jualan kopi, kue, masakan eropa. makanannya Halal. Tempat yang cozy abisss tapi sedikit mahal, tapi gak begitu mahal2 amat

===============================

Lind’s Cafe, di Jl. Brotojoyo 2D/11, yang jualan Ice Cream, Galantine, Burger, Lind’s Soupa.

===============================

coffekopi, di ruko pamularsih, yang jelas andalanya kopi nya boz mantaff dan juga bisa manfaatin Hotspot internetan gratis

===============================

Nusa Indah Cafe, di Jl. Pemuda 149, yang jualan Pempek, badak sambel.

Sekelumit Jejak Sejarah Semarang

oleh Welcome To Semarang, Indonesia pada 15 Mei 2010 jam 20:09


Abad 8-15 M

Di daerah pesisir utara Jawa Tengah yg bernama Bergota/Plagota/Pergota ada sebuah pulau kecil bernama PULAU TIRANG ( Sekarang menjadi bagian dari bukit Bergota). Merupakan bagian dari kerajaan Mataram Kuno. Pelabuhan Pergota merupakan pelabuhan yang ramai pda saat itu, lokasinya diperkirakan pada daerah Pasar Bulu sekarang memanjang sampai kaki bukit Bergota dan masuk ke Kali Semarang sampai Pelabuhan Simongan. Pada abad tersebut daerah tersebut masih merupakan daerah pantai dengan kepulauan yang kecil2. Sekarang pulau kecil2 tersebut sedah menyatu dengan daratan akibat pengendapan. Bahkan Kota Semarang Bawah yang dikenal saat ini dahulunya adalah laut, terbentuk daratan akibat dari pengendapan tersebut.

Abad 15 M

Awal abad ke 15 M Laksamana Cheng Ho mendarat di Pelabuhan Simongan (Kali Semarang sekarang) Mendirikan masjid dan klenteng. Sekarang menjadi Klenteng Gedong Batu.


Akhir abad ke 15 M seorang dari kesultanan Demak bernama pangeran Made Pandan bersama putranya Raden Pandan Arang pergi ke pesisir utara bagian barat untuk mencari daerah baru . Sampai di Pulau Tirang beliau membuka hutan dan mendirikan pesantren dan menyiarkan agama Islam. Dari waktu ke waktu daerah itu semakin subur, dari sela-sela kesuburan itu muncullah pohon asam yang arang (bahasa Jawa: Asem Arang), sehingga memberikan gelar atau nama daerah itu menjadi Semarang.

Made Pandan atas kemauannya sendiri meninggalkan Demak melakukan perjalanan ke arah barat daya dengan maksud ingin menyiarkan agama Islam. Beliau diikuti oleh putranya. Setelah sampai ke suatu tempat yang terpencil dan sunyi beliau ingin menetap sebagai warga baru. Kampung tempat tinggalnya benar-benar sunyi, sehingga memberi ketenangan dalam hidupnya.

Tanahnya subur dipenuhi pepohonan yang rindang. Di situlah Made Pandan mendirikan perguruan untuk mengajarkan agama Islam. Muridnya makin lama makin banyak bahkan banyak yang datang menetap di Tirang Amper tempat tinggal Made Pandan. Kecuali mengajarkan agama Islam, Made Pandan jugs memperhatikan kehidupan muridnya bahkan diajarkan pula cars bercocok tanam. Tirang Amper makin lama makin makmur dan terkenal. Karma di kampung itu jarang pohon asam, maka menurut ceritera disebut Semarang (asem - arang = Jawa).

Pada suatu hari datang utusan dari Semarang ke Demak yang mengabarkan bahwa Made Pandan atau terkenal dengan sebutan Pandan Arang meninggal dunia. Hadiwijaya sebagai penasehat istana Demak mengundang Sunan Kalijaga diajak berunding. Sunan Kalijaga tahu benar tentang kemajuan agama Islam di Tirang Amper. Daerahnya telah menjadi ramai walaupun tanahnya terdiri dari lembah dan pegunungan namun pengairan cukup untuk bercocok tanam. Ditambah lagi ada bandar yang menghubungkan dengan daerah lain.

Hasil perundingan menyimpulkan bahwa putra Pandan Arang, atau biasa disebut Pangeran Kasepuhan ditetapkan sebagai pemimpin daerah Semarang. Ketetapan itu dikukuhkan dalam suatu upacara bersamaan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad S.A.W., tepatnya pada tanggal 2 Mei 1547 M. Pangeran Kasepuhan ditetapkan sebagai Bupati Semarang yang pertama, bergelar Pandan Arang II

Sebagai Kepala Pemerintahan, Pandan Arang II tinggal melanjutkan usaha yang telah dirintis oleh ayahnya yaitu Pandan Arang I. Semarang menjadi lebih maju dan makmur. Kegiatan agama berkembang dengan baik. Sholat Jumat dimanfaatkan sebagai media pembinaan warganya. Sarasehan dalam pengajian diadakan secara rutin.

Keberhasilan yang dicapai dalam pemerintahan Pandan Arang II membuat beliau menjadi seorang pemimpin yang congkak dan sombong. Hidupnya penuh dengan kemewahan dan kikir. Mengetahui hal tersebut Sunan Kalijaga memperingatkan agar Pandan Arang II tidak terbius oleh kebahagiaan di dunia namun karma kehidupan adalah di akherat, maka kebahagiaan di akherat harus diupayakan.

Pandan Arang II insaf dan menyadari atas kekhilafannya selama ini. Setelah dipikir panjang beliau berniat untuk meninggalkan kemewahan di dunia, beliau bertobat dan ingin banyak berguru lagi tentang agama Islam kepada Sunan Kalijaga. Akhirnya adiknya Pangeran Kanoman diminta untuk menggantikan sebagai Bupti yang bergelar Pandan Arang III. Pergantian inipun hasil musyawarah Hadiwijaya (Adipati Pajang) dengan Sunan Kalijaga.


PANDAN ARANG II SEBAGAI SUNAN TEMBAYAT

Setelah banyak menerima ilmu dari Sunan Kalijaga, Pandan Arang II mendapat tugas untuk menyiarkan agama Islam di daerah selatan. Dengan bekal secukupnya Pandan Arang II dan isteri beserta putera Pangeran Jiwa berangkatlah ke daerah selatan. Di tengah perjalanan ND Pandan Arang yang ketinggalan suaminya dihadang oleh tiga orang penyamun. Direbutnya harts perhiasan dan dinar yang dimasukkan dalam tongkat buluh gading. Ditempat itu menurut cerita sekarang bernama Salatiga (salah-tiga = Jawa).

Dari Gunung Kucur perjalanan Pandan Arang dan isteri beserta puteranya menuju ke Gunung Jabalkat. Di tempat itulah Pandan Arang mendirikan perguruan untuk menyiarkan agama Islam. Pandan Arang II yang disebut juga sebagai Ki Ageng Pandan Arang jugs banyak mengajarkan cars hidup bermasyarakat yang dilandasi atas dasar kerukunan, kegotong-royongan. Banyak orang datang masuk Islam dengan mengucapkan kalimat Sahadat. Orang banyak menyebutnya "Sahadat Patembayatari" atau "Sahadat Tembayat'.

Dalam menyiarkan agama Islam Ki Ageng juga banyak mendapat tantangan karma daerah itu semula menjadi wilayah Majapahit. Diantara tokoh yang pada mulanya medentang Ki Ageng adalah Prawirasakti dad Majasta, dan akhirnya masuk Islam.

Daerah bukit Jabalkat dan sekitarnya tempat tinggal Ki Ageng Pandan Aran, akhirnya disebut Tembayat atau Bayat. Ki Ageng berkat kegotongroyongan muridnya juga berhasil mendirikan masjid di bukit Gala.

Setelah meninggal Ki Ageng dan Nyi Ageng dimakamkan di bukit Cakrakembang sebelah utara dan Ki Ageng Pandan Arang terkenal dengan sebutan Sunan Tembayat.


MAKAM SUNAN TEMBAYAT

Tembayat terletak 14 km di sebelah Kota Klaten. Di sana terdapat makam Sunan Tembayat di atas bukit Cakrakembang, sebelah selatan bukit Jabalkat, termasuk wilayah Desa Paseban, Kecamatan Bayat.

1. Luas Kawasan : 1,5 ha

2. Luas Bangunan : 14 x 14 m , Panjang Makam : 2,5 m

3. Terbuat dari : Batu merah, kayu dan sirap


2 Mei 1547

Setelah konsultasi dengan Sunan Kalijaga, Sultan Hadiwijaya dari Pajang mengangkat Pandan Arang sebagai Bupati pertama Semarang, bertepatan dengan Maulid Nabi Muhammad SAW , tgl 12 Rabiul Awal 954 H atau 2 Mei 1547. Bergelar Kyai Pandan arang.Tanggal tersebut ditetapkan sebagai hari jadi kota Semarang.



1650

Ladang tembakau pertama kali ditanam di daerah perbukitan Semarang dan sekitarnya.


1678

Amangkurat II dari Mataram, berjanji kepada VOC untuk memberikan Semarang sebagai pembayaran hutangnya, dia mengklaim daerah Priangan dan pajak dari pelabuhan pesisir sampai hutangnya lunas.


1682

Negara Bagian Semarang ditetapkan oleh Belanda

21 Agustus 1697

Sebuah kapal VOC karam di dekat Semarang

Nama : Bronstee

Tipe : Kat

Digunakan dari 1685 – 21 agustus 1697 oleh VOC

Kapten : Jakob Barendsz Sonbeek



1704

Pangeran Puger melarikan diri dari Mataram di Kartasura ke Semarang mencari perlindungan VOC karena akan dibunuh oleh Amangkurat III yang cemburu akibat kekuasaan.

Pangeran Puger mendapatkan dukungan Cakraningrat II dari Madura dan membujuk VOC untuk menerima Puger sebagai Susuhunan Pakubuwono I. Pasukannya menaklukkan Demak.


1705

Amangkurat III mengirimkan utusan ke VOC di Semarang, tetapi terlambat karena VOC sudah terlanjur menerima Pangeran Puger. Kedua perwakilan dikirm ke Batavia secara bersamaan.


18 Maret 1705

VOC di Batavia menerima Pangeran Puger sebagai Susuhunan Pakubuwono I dan mengirim bala bantuan ke Semarang. Dengan pasukan gabungan dari VOC, Semarang dan Madura , Pakubuwono I menyerang Amangkurat III di Kartasura dan menang.




19 Juni 1705

Susuhunan Pakubuwono I meresmikan kantor perwakilannya di Semarang



5 Oktober 1705

Susuhunan Pakubuwono I membuat perjanjian dengan VOC apabila membantu untuk merebut Kartasura, isi perjanjiannya antara lain menyerahkan Semarang kepada VOC sebagai pembayaran hutang Mataram, Madura Timur menjadi wilayah VOC, VOC mendapatkan hak istimewa perdagangan dan nelayan pribumi hanya melaut di wilayah terbatas.

Semarang resmi menjadi kota milik VOC.

1740

VOC di Batavia mulai memindahkan orang-orang Tionghoa ke Ceylon (Srilanka) atau afrika Selatan, beredar desas desus bahwa orang-orang Tionghoa tersebut dibantai ditengah lautan. Para pemukim Tionghoa memberontak. Sebagai balasan di Batavia terjadi kerusuhan Anti-Tionghoa, 10.000 penduduk Tionghoa tewas dan daerah Pecinan dibakar habis.


1741

Para pelarian Tionghoa dari Batavia dibantu pribumi menyerang benteng VOC di Semarang dan Rembang. Di Rembang semua personil VOC yang tersisa dan tidak sempat melarikan diri dibunuh.

Atas pengaruh Patih Natakusuma, Pakubuwana II berpihak pada pemberontak pribumi dan Tionghoa, mengerahkan pasukan sejumlah 20.000 pribumi dan 3500 Tionghoa 30 senapan untuk mengepung Semarang.

Perlawanan VOC di Kartasura dapat dihancurkan. Cakraningrat IV dari Madura menawarkan bantuan. VOC mengerahkan bantuan ke Semarang dan berhasil memadamkan pemberontakan.

Atas rekomendasi Van Imhoff, Gubernur Jendral VOC saat itu Adriaan Valckenier dibebas tugaskan dan diganti oleh Johannes Thedens.

Pasukan Mataram dan pemberontak Tionghoa menyerang kota-kota pesisir utara, tetapi pengepungan kota Semarang tidak berhasil.


1749

VOC menetapkan Bupati sebagai kepala pemerintahan orang – orang pribumi di Semarang.


13 Juli 1753

Pembangunan Gereja Protestan pertama di Semarang (Gereja Blenduk)


1754

Jalur Pos pertama antara Semarang – Batavia, Cheribon dan Tegal.

1772

Pembangunan Kelenteng Tay Kak Sie di Jalan Lombok



1810

Pembukaan Perusahaan Jalur Pos Regular yang menggunakan kuda, dipimpin oleh Direktur Kantor Pos dan Jalan Raya.


1814

Lahirnya Raden Saleh Sarief Bustaman ( dikenal sebagai Raden Saleh Danoediredjoe). Seniman pribumi pertama yang melukis gaya barat.


29 Mei 1827

Kota Semarang mendapatkan lambang kota (banner)



_____________________

lambang kota Semarang sekarang :

1857

Pembukaan kantor telegram tujuan Batavia-Semarang-Ambarawa-Soerabaja.


17-18 Agustus 1860

Pemberontakan di Württembergse Kazerne (barak) di Jalan Djoernatan. Pelakunya pada dasarnya tentara KNIL berbangsa Swiss. 4 orang tewas dan 15 terluka. Setelah pemberontakan kurang lebih 35 tentara digantung di alun-alun.


1862

Tiang (Kotak) surat pertama ada di Semarang.


1881

Peresmian N.V. Semarang- Joana Stoomtram Maatscappij (SJS), perusahaan kereta api yang menghubungkan antara Semarang - Demak, Koedoes, Joana (Juwana ), Rembang and Lasem.

Pembukaan jalur telepon lokal (dalam kota)

Peresmian N.V.Semarang-Cheribon Stoomtram Maatscappij (SCS) (Semarang-Cheribon Steam-Tram Company). Jalur kereta api yang menghubungkan Semarang - Kendal, Tegal, Pekalongan and Cheribon. Juga disebut Suikerlijn (Jalur Gula).

Stasiunnya sekarang menjadi stasiun Poncol.



1894

Hubungan telepon ke Batavia-Semarang-Surabaja dibuka Jalur kereta api pertama antara Batavia-Semarang-Surabaja.


1906

Stanblat Nomor 120 tahun 1906 dibentuk Pemerintah Gemeente. Pemerintah kota besar ini dikepalai oleh seorang Burgemeester (Walikota). Sistem Pemerintahan ini dipegang oleh orang-orang Belanda.


1907

Pembangunan NIS Building (Nederlandsch Indishe Spoorweg Maatschappij), Kantor Jawatan Kereta Api atau sekarang dikenal sebagai Lawang Sewu

1916

Walikota pertama Semarang, Ir.D de Iongh (sampai 1927)


21 Juni 1911

"St Aloysius Broeder School" didirikan

di Gedangan .



1919

Perwakilan terpilih pertama dari pribumi di Balaikota. Bp Kasan, Semaoen dan Sanjoto dari “Sarekat Islam”.

1920

Dibawah pengaruh pemerintah Kolonial Belanda, PKI (Partai Komunis Indonesia) dideklarasikan di Semarang.

Semarang saat itu mendapat julukan "Kota Merah"


1927

Walikota A Bachus dan HE Boissevain sampai maret 1942

Alderman pertama Semarang : Cohen, schuling, slamet dan Tan Tiong Khing.

HE Boissevain


1928

Penerbangan pertama dari KNILM ("Konigklijke Nederlands-Indische Luchtvaartmaatschappij"), dari Batavia-Semarang di Lapangan Udara Simongan.

1929

Penerbangan pertama KNILM Soerabaja-Semarang di Lapangan Udara Simongan


1930

Penerbangan pertama KNILM Bandung-Semarang di Lapangan Udara Simongan.


1942

Semarang dikuasai Jepang. Pada masa Jepang terbentuklah pemerintah daerah Semarang yang di kepalai Militer (Shico) dari Jepang. Didampingi oleh dua orang wakil (Fuku Shico) yang masing-masing dari Jepang dan seorang bangsa Indonesia.



14 –19 Oktober 1945

Dikenal dengan Pertempuran Lima Hari di Semarang melawan Jepang yang menolak menyerahkan senjata kepada rakyat Indonesia.



1945

Walikota pribumi pertama, Moch.lchsan (sampai 1949)

1949

Walikota Koesoebiyono (1949 - 1 Juli 1951)

Februari 1950

Kekuasaan diberikan ke komandan KMKB Semarang

1 April 1950

Mayor Suhadi, Komandan KMKB menyerahkan kepala pemerintahan Semarang kepada Koesoedibyono, pegawai tinggi di Kementrian Dalam Negeri di Jogjakarta.

Walikota Semarang setelah kemerdekaan :

1. RM. Hadisoebeno Sosrowardoyo ( 1 Juli 1951 - 1 Januari 1958)

2. Mr. Abdulmadjid Djojoadiningrat ( 7Januari 1958 - 1 Januari 1960)

3. RM Soebagyono Tjondrokoesoemo ( 1 Januari 1961 - 26 April 1964)

4. Mr. Wuryanto ( 25 April 1964 - 1 September 1966)

5. Letkol. Soeparno ( 1 September 1966 - 6 Maret 1967)

6. Letkol. R.Warsito Soegiarto ( 6 Maret 1967 - 2 Januari 1973)

7. Kolonel Hadijanto ( 2Januari 1973 - 15 Januari 1980)

8. Kol. H. Imam Soeparto Tjakrajoeda SH ( 15 Januari 1900 - 19 Januari 1990)

9. Kolonel H.Soetrisno Suharto ( 19Januari 1990 - 19 Januari 2000)

10. H. Sukawi Sutarip SH. ( 19 Januari 2000 - 2010 )

11. H. Soemarmo, HS (19 Juli 2010 - Sekarang)



=======================================================

Penguasa Semarang :

Dibawah Pajang dan Mataram

1. Pangeran Kanoman atau Pandan Arang III (1553-1586)

2. Mas R.Tumenggung Tambi (1657-1659)

3. Mas Tumenggung Wongsorejo (1659 - 1666)

4. Mas Tumenggung Prawiroprojo (1666-1670)

5. Mas Tumenggung Alap-alap (1670-1674)

6. Kyai Mertonoyo, Kyai Tumenggung Yudonegoro atau Kyai Adipati Suromenggolo (1674 -1701)


Dibawah VOC :

7. Raden Martoyudo atau Raden Sumimngrat (1743-1751)

8. Marmowijoyo atau Sumowijoyo atau Sumonegoro atau Surohadmienggolo (1751-1773)

9. Surohadimenggolo IV (1773-?)

10. Adipati Surohadimenggolo V atau kanjeng Terboyo (?)

Pemerintahan Hindia Belanda :

11. Raden Tumenggung Surohadiningrat (?-1841)

12. Putro Surohadimenggolo (1841-1855)

13. Mas Ngabehi Reksonegoro (1855-1860)

14. RTP Suryokusurno (1860-1887)

15. RTP Reksodirjo (1887-1891)

16. RMTA Purbaningrat (1891-?)

17. Raden Cokrodipuro (?-1927)

18. RM Soebiyono (1897-1927)

19. RM Amin Suyitno (1927-1942)

20. RMAA Sukarman Mertohadinegoro (1942-1945)

Pemerintahan Republik Indonesia :

21. R. Soediyono Taruna Kusumo (1945-1945), hanya berlangsung satu bulan

22. M. Soemardjito Priyohadisubroto (tahun 1946)


Pemerintahan RIS :

23. RM.Condronegoro hingga tahun 1949

Setelah Pengakuan Kedaulatan :

24. M. Sumardjito (1946-1952)

25. R. Oetoyo Koesoemo (1952-1956).

tambahan lagi sejarah semarang dari sumber berita tionghoa yang terdapat di klenteng sam po kong di semarang. sumber berita (kronik) ini ditemukan oleh residen poortman pada tahun 1928 pada waktu menggeledah klenteng sam po kong terkait dengan pemberontakan komunis di hindia belanda. temuan ini tidak dipublikasikan karena mengandung hal yang sangat sensitif. saya ambil yang ada hubungannya dengan sejarah kota semarang :

1413

Armada Tiongkok dinasti Ming selama satu bulan singgah di Bergota (nama Semarang dahulu) untuk perbaikan kapal-kapal. Mereka juga mendirikan masjid . Laksamana Sam Po Bo (Cheng Ho), Ma Huan dan Fe Tsin bersembahyang disini. Lalu pada tahun2 berikutnya agama Islam yang dibawa pendatang dari Tiongkok berkembang pesat. Para pendatang dari Tiongkok ini kemudian banyak yang menetap. mereka membawa teknologi baru tentang pembuatan kapal dan senjata mesiu. Di Bergota (Semarang) didirikan galangan kapal yang sangat besar pada masa itu, juga pabrik mesiu yang memproduksi mercon dan meriam.

1433

saat Laksamana Cheng Ho wafat di masjid Bergota diadakan shalat gaib.

1450-1475

dikarenakan Tiongkok/dinasti Ming sudah sangat merosot, ekspedisi pun di hentikan. Dan dikarenakan tidak adanya lagi orang2 muslim Tionghoa yang datang, masyarakat penetap Tionghoa dan keturunan Tionghoa muslim menjadi merosot. Masjid Laksamana Cheng Ho di Bergota (Semarang) berubah menjadi Klenteng Sam Po Kong. Jadi dapat disimpulkan bahwa Sam Po Kong bukan hanya petilasan tempat mendaratnya Cheng Ho, namun pernah didirikan masjid disana.

1474

Raden Patah (Panembahan Jimbun) dan Raden Kusen singgah di Bergota. Raden Patah menangis melihat masjid Sam Po Bo menjadi Klenteng. dan berjanji akan membuat masjid di daerah tersebut yang selamanya akan tetap masjid.

1475

Raden Patah dianugrahi wilayah di sebelah timur Semarang di kaki gunung Muria oleh Sunan Ampel dan mendirikan kerajaan Islam Demak.

1477

Raden Patah merebut Bergota (Semarang) dengan tentara Islam Demak yang hanya sebesar 1000 orang. Raden Patah mendahului ke Klenteng Sam Po Kong dan melindungi dari segala gangguan. Raden Patah tidak membunuh orang2 Tionghoa bekas Islam di Semarang, karena membutuhkan keahlian teknis mereka, terutama di bidang perkapalan. Dan orang Tionghoa bukan Islam di Semarang berjanji akan tunduk pada Demak.

1478

Raden Kusen menjadi penguasa di wilayah Semarang dan membuka kembali pengergajian kayu jati dan galangan kapal yang dahulu dirintis oleh Laksamana Cheng Ho. Raden Kusen juga bertugas untuk membangun daerah Bergota menjadi bandar yang besar.

1481

Para pekerja galangan kapal di Semarang dikerahkan untuk membantu pembangunan masjid Agung Demak. Saka guru tiang masjid dikonstruksi menurut tiang kapal yang kuat dan kokoh, yaitu terdiri dari potongan2 kayu (tatal) yang disatukan.

1509

Sultan Yunus (Pangeran Sabrang lor, Adipati Unus) putra dari Raden Patah mengunjungi galangan kapal di Semarang yang saat itu sedang gencar berproduksi dalam rangka menyerang Malaka. Tahun 1512 Malaka dikuasai oleh Portugis. Tahun 1521 Adipati Unus menyerang lagi namun gagal dan beliau tewas.

1529

Raden Kusen wafat. Jenasahnya diantarkan ke Demak. ikut serta seluruh penduduk Bergota mengantarkan, Islam dan bukan Islam.

Penguasa Bergota dijabat oleh Sunan Prawata.

1541

Dengan bantuan orang Tionghoa bukan islam di Bergota, Sunan Prawata menyelesaikan 1.000 kapal jung besar yag masing2 memuat 400 prajurit. Sultan Trenggana (ayah Prawata) akan memulai ekspedisi ke kepulauan Timur(Indonesia Timur). Orang2 Tionghoa bukan Islam di Bergota siang malam membanting tulang di galangan kapal.

1546

Sultan Trenggana wafat dalam ekspedisi di Kepulauan Timur, Sunan Prawata naik tahta di Demak. Arya Penangsang dari Jipang menyerbu Demak. Seluruh kota dan keraton Demak musnah, kecuali mesjid. sunan Prawata terdesak mundur dan bertahan di galangan kapal di Bergota. Tentara Jipang mengepung. Bergota di bumi hanguskan kecuali klenteng dan masjid. Termasuk juga galangan kapal dibakar sampai habis. Sunan Prawata tewas.

Sejarah kemudian mencatat Arya Penangsang kemudian dikalahkan oleh Jaka Tingkir (Sultan Hadiwijaya) dari Pajang. Kemudian Sultan Hadiwijaya setelah berkonsultasi dengan Sunan Kalijaga menunjuk Raden Pandan Arang sebagai pengganti Sunan Prawata sebagai Bupati Asemarang.

Jadi jelas sudah Semarang dahulu merupakan pintu masuk Kerajaan Demak. Setelah merosotnya pelabuhan Tuban, Semarang menjadi pelabuhan pantai utara Jawa yang ramai.