Jumat, 10 Februari 2012

Kamis, 09 Februari 2012

Makam Thio Sing Liang di Jalan SriwIjaya, Semarang

Sebelum pertigaan Jalan Sriwijaya dan Jalan Tegalsari, disebelah kanan jalan tentu kita selalu melewati sebuah bangunan model China, yang dipenuhi para pedagang kaki lima, bangunan kuno tersebut merupakan makam Thio Sing Liang seorang kaya raya yg meninggal pd thn 1940. Di dalam bangunan tersebut terdapat 4 buah makam yaitu makam Thio Sing Ling dan istri ke 2 di dalam gedung utama dan istri pertama dan kerabatnya di luar gedung di belakang. Source : www.skyscrappercity.com




Orang Semarang Tempo Dulu











| BIDIK |
















| Bidik |

Pembuatan Batik Semarangan
 Photo by : Adhitia KC




 

Welcome to Semarang, Indonesia: Istana Oey Tiong Ham

Welcome to Semarang, Indonesia: Istana Oey Tiong Ham

Istana Oey Tiong Ham

Gambar dulu: Istananya berbentuk U. Di latar belakang tampak 
bukit Bergota di kanan. Bukit Gunungsawo dan bukit Bongsari 
di kiri.

Dua istananya sangat megah dan terkenal. Istana utama di Gergaji terkenal sangat luas, sedangkan istana yang berada di Simongan dikenal dengan keindahan pemandangannya. Istana di gergaji mempunyai luas areal sekitar 200 acre atau sekitar 81 hektar. Membentang dari Simpanglima, Jalan Pandanaran, Randusari, Mugas, Jalan Pahlawan termasuk kompleks Gubernuran dan Polda Jateng, wilayah Gergaji hingga Jalan Kyai Saleh.

Gedung intinya seluas 9,2 hektar, memiliki 200 ruangan, dapur, vila pribadi, 2 paviliun besar dan kebun binatang pribadi. Ia memiliki 40 pembantu dan 50 tukang kebun. Uniknya dia membangun tempat beribadah khusus untuk para pembantunya.


 Bagian dalam rumah Oey Tiong Ham


 Oey Tiong Ham Memorial Hall


 Serambi muka rumah kediaman Oey Tiong ham

Istana ini merupakan landmark bagi masyarakat Semarang pada sekitar permulaan abad ke 20 hingga paruh abad ke 20. Masyarakat setempat menyebutnya Istana Oei Tiong Ham atau Istana Gergaji. Masyarakat juga menyebutnya sebagai Kebon Rojo karena Tiong Ham banyak memelihara hewan hingga mirip kebun binatang. Disebut juga Taman Bale Kambang karena di kompleks istana ada kolam-kolam ikan yang diatasnya dibangun bale atau gazebo untuk beristirahat. Nama Bale Kambang kini masih dipakai sebagai nama perkampungan di bekas lokasi tersebut.
Dalam pelelangan sekitar tahun 1883 rumah tersebut jatuh ke tangan Oei Tjie Sien, ayah Tiong Ham. Sayang tak ada catatan tahun berapa bangunan gedung tersebut dibangun tetapi diperkirakan sekitar seperempat abad ke 19. Pada sekitar tahun 1888 Oei Tiong Ham yang pada waktu itu berusia sekitar 22 tahun pindah menempati rumah yang terletak di jalan Gergaji (kini jalan Kyai Saleh) tersebut.

Rumah Kediaman Oey Tiong Ham, Jln. Kyai saleh 
(Balai Prajurit yang sekarang digunakan sebagai Kampus STIMIK Provisi)

     Source : http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=1431947&page=4